Ibn 'Athaillah as-Sakandari memberi nasehat, seseorang tidak dapat mendekat (taqarrub) kepada Allah SWT dengan mengandalkan upayanya sendiri dalam beribadah. Hendaklah ia memohon kepada Allah SWT supaya selalu diarahkan menuju ketaatan, sehingga hatinya senantiasa tertaut kepada-Nya, sementara jasadnya berikhtiar.
Sebab Allah-lah yang berkuasa membolak-balikkan hati.
***
اللهمّ أعنّا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Allâhumma a’innâ ‘alâ dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatika.
Ya Allah, tolonglah kami agar dapat selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik.
***
اللهمّ وفّقنا لما تحبّ وترضى من القول والعمل والنيّة والهدى إنّك على كلّ شيء قدير
Allâhumma waffiqnâ limâ tuhibbu wa tardhâ min-al qauli wa-l ‘amali wa-n niyyati wa-l huda, innaka ‘alâ kulli syai’in qadîr
Ya Allah, berilah kami taufik agar kami selalu menuju apa yang Engkau cintai dan ridhai dalam perkataan, perbuatan, niat, serta petunjuk. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
