Makna Sabar (2) : Sabar Dalam Menjauhi Maksiat - el tawashi

Terbaru

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 27 November 2018

Makna Sabar (2) : Sabar Dalam Menjauhi Maksiat


Makna sabar secara sekilas dekat dengan hal-hal yang tidak mengenakkan, seperti ketika menanggung musibah, atau kesedihan. Dalam pengertian ini, pelaku sabar memiliki sifat pasif, yaitu ridha terhadap ketentuan-Nya. Padahal sebenarnya arti sabar lebih luas daripada itu. Dalam Madarij al-Salikin, Ibn Qayyim al-Jauziyah membagi kesabaran menjadi tiga. Berikut adalah bagian kedua sebagai kelanjutan dari ulasan pertama tentang makna sabar.

***

Suatu ketika, Rasulullah SAW bersabda:

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

Nafs atau jiwa punya kecenderungan alamiah pada hal-hal yang tercela bila tidak dikendalikan, terutama pada hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Bila kemauan hawa nafsu selalui diikuti, ia akan menuntun kita pada penderitaan abadi kelak. Na'udzu billah min dzalik.

Surga sebagai simbol ridha-Nya terhadap seorang hamba, pun tidak mudah diraih. Pada akhirnya, kita diberi dua pilihan yang bertentangan: tidak mungkin diambil keduanya sekaligus, juga tidak mungkin ditinggalkan sekaligus. Apakah kita memilih surga atau bermaksiat.

Syariat adalah ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Mereka yang mengaku menginginkan surga dan ridha-Nya, dituntut untuk membuktikan diri di dunia bahwa mereka benar-benar lebih menginginkan Allah SWT daripada apapun jua. Ayat kedua dan ketiga dari surat al-'Ankabut ini patut menjadi renungan:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? -{#}- Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

Upaya menahan nafsu untuk melawan tabiatnya sendiri, yaitu bermaksiat, bukan hal yang mudah bahkan kita juga harus menahan rasa pahit. Itu pula sebabnya, menahan diri untuk tidak melakukan dosa juga disebut sabar.

Wallahu a'lam bi-sh shawab


*untuk doa memohon pertolongan Allah SWT agar kita senantiasa dimudahkan berbuat taat dapat anda baca di sini. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here